Lewati ke konten utama
Tanaman

7 Tanaman Ini Tidak Boleh Ditaruh di Depan Rumah

Menambahkan tanaman di area depan rumah bukan hanya dapat mempercantik tampilan rumah, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih menyegarkan. Terlebih, jika tanaman yang dipilih memiliki warna atau bunga yang beragam, maka rumah akan terlihat semakin hidup. Tidak heran, kalau banyak pemilik rumah yang memilih mempercantik bagian depan rumah mereka dengan berbagai jenis tanaman hias.

Meski terlihat cantik, tidak semua tanaman cocok ditempatkan di area depan rumah. Beberapa jenis tanaman justru sebaiknya dihindari karena dapat membawa dampak yang kurang baik, entah dari segi estetika maupun kepercayaan. Kira-kira, tanaman apa saja yang sebaiknya tidak ditanam di depan rumah? Simak daftarnya di sini!

1. Bambu

Tanaman
Image by 4045 on Freepik

Dikenal sebagai tanaman modern yang ramah lingkungan, bambu bisa diolah untuk kerajinan, lantai, hingga furnitur. Meski bermanfaat, bambu tidak disarankan ditanam di pekarangan rumah. Kenapa ya?

  • Cepat tumbuh: bambu termasuk salah satu jenis tanaman yang pertumbuhannya terbilang cepat. Menurut Ted Jordan Meredith, penulis “Bamboo for Gardens”, bambu bisa tumbuh tiga kaki per hari. Hal ini tentu bisa membahayakan, terlebih kalau masuk ke pekarangan rumah tetangga.
  • Matikan tanaman lain: bambu dapat mematikan tanaman lain karena mengandung alelopati, zat yang dapat membunuh tanaman di sekitarnya, kecuali bambunya sendiri. Selain itu, bambu juga dapat menyerap air dari tanaman lain, sehingga bisa mengakibatkan kerusakan.

2. Pohon Ara

Tanaman
Image by wirestock on Freepik

Masuk dalam keluarga Moraceae, pohon ara memiliki ketinggian 10 sampai 20 meter. Pohon ini mempunyai beberapa karakteristik, seperti akarnya kuat, daunnya besar, dan permukaan bawah kasar. Bahkan, beberapa spesies kerap dimanfaatkan untuk pembuatan kertas karena kandungan seratnya yang tinggi.

Meski begitu, pohon ara tidak direkomendasikan ditanam di depan rumah karena akarnya bisa menembus saluran pipa, jalan setapak, dan pondasi rumah. Jika dibiarkan dapat menimbulkan kerusakan. Menurut beberapa kepercayaan, pohon ara sering kali dikaitkan dengan hal mistis, sehingga jika ditaruh di depan rumah dapat membawa energi negatif.

3. Eukaliptus

Tanaman
Image by jcomp on Freepik

Berasal dari Australia, Eukaliptus merupakan salah satu jenis pohon yang daunnya sering digunakan untuk pengobatan. Melansir dari Halodoc, setelah daun dari pohon ini dikeringkan, dihancurkan, dan disuling, menghasilkan minyak esensial yang bermanfaat untuk meredakan peradangan, mengatasi kulit kering, dan lainnya.

Walau khasiatnya bagus untuk kesehatan, tapi sayangnya tanaman ini tidak cocok ditanam di area depan rumah. Sebab, eukaliptus membutuhkan lebih banyak air untuk tumbuh dan bisa menyerap air dari tanaman lain. Tidak hanya itu, ukuran dari pohonnya juga besar, sehingga bisa membahayakan kalau patah. 

Baca Juga: 10 Jenis Tanaman Hidroponik, Cocok Ditanam di Belakang Rumah

4. Pohon Beringin

Dibalik keindahan dan kesejukan yang ditawarkan, banyak kisah yang berkembang di masyarakat terkait pohon beringin. Sebagian masyarakat percaya pohon beringin sering kali dijadikan sebagai tempat bersemayamnya makhluk halus. Makanya, banyak orang yang takut ketika berada di dekat pohon beringin.

Selain itu, pohon beringin juga dipercaya dapat membawa energi negatif karena ukuran pohonnya yang besar. Terlepas dari kisah mistis tersebut, pohon beringin memiliki akar yang kuat, dan apabila mengenai rumah bisa merusak pondasi dan jalan. Itulah sebabnya pohon beringin tidak direkomendasikan ditanam di depan rumah.

5. Kaktus 

Tanaman
Photo by Carter Ledford on Unsplash

Masuk dalam jenis tanaman hias, kaktus memiliki ciri khas tersendiri, yaitu durinya cantik dan buahnya unik. Bukan cuma itu, kaktus juga dapat tumbuh di cuaca yang panas  seperti Indonesia karena kemampuannya yang dapat menyimpan air dalam batang. Meski masuk dalam kategori tanaman hias, apakah kaktus boleh ditaruh di depan rumah?

Sebenarnya tidak karena kaktus memiliki duri yang runcing dan tajam, sehingga bisa membahayakan jika mengenai orang-orang yang melintas, khususnya anak-anak dan hewan peliharaan. Selain itu, kaktus juga diyakini memiliki energi negatif, sehingga dapat mendatangkan kesialan untuk penghuni.

6. Pohon Pinus

Tanaman
Photo by m h on Unsplash

Pohon pinus masuk dalam keluarga Pinaceae yang memiliki tinggi sekitar 3-80 meter. Mirip dengan pohon karet, pohon pinus juga menghasilkan getah, yang mana bila mengenai kendaraan akan sangat sulit dibersihkan. Di samping itu, akar dari pohon pinus juga dapat menyebar sampai pondasi rumah dan bisa merusaknya.

Sementara, menurut Fengshui, pohon pinus lebih cocok ditanam di bagian belakang rumah karena dapat membawa energi baik. Bila ditaruh di bagian depan rumah malah dapat menciptakan energi yang kurang baik. Selain itu, pohon pinus juga melepaskan jarum daun, dan ketika berguguran dapat menyumbat saluran air.

Baca Juga: Percantik Rumah dengan 7 Tanaman Hias Warna Kuning, Yuk!

7. Tanaman Ivy

Tanaman
Photo by Jaunathan Gagnon on Unsplash

Memiliki nama ilmiah Hedera helix, ivy merupakan salah satu tanaman merambat yang berasal dari benua Eropa. Tanaman ini memiliki keunikan yaitu tetap berwarna hijau cerah sepanjang tahun dan tidak terpengaruh oleh musim apapun. Bahkan, tanaman ini bisa tumbuh ketika musim dingin.

Biasanya, tanaman ivy sering dimanfaatkan untuk menutupi dinding karena memiliki kemampuan dapat merambat dengan cepat. Namun, sayangnya, tanaman ivy bisa merusak struktur bangunan dan dinding karena akarnya bisa menembus celah kecil. Selain itu, tanaman ini juga bisa jadi sarang serangga karena itulah tidak dianjurkankan ditanam di depan rumah.

Itu dia beberapa jenis tanaman yang sebaiknya tidak ditaruh di depan rumah karena dapat merusak pondasi rumah dan sebagainya. Apabila Anda tetap ingin menambahkan tanaman di depan rumah, ada baiknya memilih tanaman yang digantung karena selain cantik tanamannya juga tidak memakan banyak tempat.

Kalau butuh renovasi rumah atau pagar bagian depan, bisa membeli Jayamix by SCG Beton Instan, memiliki kekuatan tekanan 175 kg/cm2, yang bisa digunakan untuk pengecoran pondasi, plat lantai, balok, dan sebagainya. Untuk betonnya sendiri praktis hanya perlu menambahkan 4-5 liter per zak.

Beton Instan Jayamix by SCG memberikan hasil yang lebih rapi, tahan guncang, dan pantang tumbang. Gunakan untuk renovasi rumah atau pagar, yuk!

Bagikan: