Lewati ke konten utama
acian-mortar

Fungsi dan Risiko Acian dalam Finishing Dinding Rumah

Ringkasan

  1. Apa Itu Acian
  2. Fungsi Dasar Acian Dalam Konstruksi
  3. Resiko Acian Yang Tidak Baik Pada Dinding
  4. Jenis-Jenis Acian Yang Perlu Anda Ketahui
  5. Beberapa Kesalahan Umum Yang Sering Terjadi

Dalam proses pembangunan maupun renovasi rumah, tahap finishing sering kali menjadi penentu utama kualitas akhir sebuah bangunan. Banyak orang berfokus pada struktur, desain interior, atau pemilihan cat, namun melupakan satu proses penting yang justru menjadi fondasi dari semua tampilan tersebut, yaitu acian.

Apa Itu Acian?

Secara umum, acian adalah lapisan tipis berbahan dasar semen yang diaplikasikan di atas permukaan plester dinding. Proses ini dilakukan setelah plesteran benar-benar kering dan sebelum tahap pengecatan dimulai. Tujuan utamanya adalah menciptakan tekstur permukaan yang halus, padat, dan rata.

Tanpa acian, dinding plester memiliki pori-pori besar dan tekstur kasar. Kondisi tersebut membuat cat mudah terserap secara berlebihan sehingga hasil warna menjadi belang dan boros material. Selain itu, plester yang tidak dilapisi acian lebih rentan retak rambut serta mudah menyerap air.

Fungsi Dasar Acian dalam Konstruksi

Fungsi dasar acian tidak hanya sekadar estetika. Lapisan ini juga berperan menutup celah kecil, memperkuat struktur luar dinding, meningkatkan daya rekat cat, serta melindungi permukaan dari pengaruh cuaca. Karena itulah acian dinding menjadi tahap wajib dalam hampir semua proyek, baik rumah tinggal, ruko, perkantoran, hingga gedung bertingkat.

Dengan adanya acian yang baik, hasil pengecatan menjadi lebih rapi, halus, dan profesional. Dinding pun tampak lebih bersih serta memiliki ketahanan lebih lama terhadap kerusakan.

Resiko Acian yang Tidak Baik pada Dinding

Acian adalah lapisan penting yang menentukan kualitas permukaan dinding. Meskipun sering dianggap sepele, acian yang buruk dapat menimbulkan berbagai masalah, baik dari segi tampilan maupun fungsi dinding. Banyak pemilik bangunan mengabaikan proses acian, padahal kualitasnya sangat menentukan hasil akhir dan umur dinding. Berikut sembilan resiko utama dari acian yang tidak baik:

1. Permukaan tidak rata

Salah satu tanda acian buruk adalah permukaan dinding yang tidak rata. Dinding yang bergelombang atau kasar akan terlihat kurang rapi dan mengurangi estetika ruangan. Permukaan yang tidak rata juga menyulitkan pekerjaan finishing lainnya, seperti pemasangan wallpaper, panel dekoratif, atau keramik.

2. Dinding mudah retak

Acian yang kurang merata atau menggunakan bahan berkualitas rendah membuat dinding lebih rentan retak. Retak kecil yang muncul sering kali berkembang menjadi kerusakan lebih serius jika tidak segera diperbaiki, sehingga menimbulkan biaya tambahan untuk renovasi.

3. Cat sulit menempel

Permukaan dinding yang kasar atau tidak rata menyebabkan cat menempel tidak sempurna. Akibatnya, lapisan cat cepat pudar atau bahkan mengelupas, membuat pekerjaan pengecatan harus diulang lebih cepat dari seharusnya. Hal ini tentu memengaruhi penampilan dan biaya perawatan.

4. Dinding mengelupas

Acian yang buruk membuat lapisan permukaan mudah lepas atau terkelupas. Lapisan yang mengelupas tidak hanya mengganggu estetika, tetapi juga mengurangi daya tahan dinding terhadap benturan, kelembaban, dan faktor lingkungan lainnya.

5. Permukaan lebih sulit dibersihkan

Dinding kasar atau tidak rata memudahkan debu dan kotoran menempel. Proses pembersihan menjadi lebih sulit, terutama untuk dinding di area yang sering digunakan. Kotoran yang menempel juga bisa menimbulkan noda permanen jika tidak segera dibersihkan.

6. Penyerapan air berlebih

Acian yang buruk dapat membuat dinding menyerap air lebih banyak. Kondisi ini meningkatkan risiko lembab, timbul jamur, lumut, dan bahkan bau apek di ruangan. Dinding yang lembab juga dapat mempercepat kerusakan material di sekitarnya.

7. Dinding menggelembung

Kelembaban yang terperangkap akibat acian yang tidak sempurna bisa membuat lapisan dinding menggelembung. Kondisi ini merusak tampilan, mengurangi kekuatan struktur, dan menimbulkan risiko kerusakan lebih lanjut jika tidak segera diperbaiki.

8. Mengurangi kekuatan struktur permukaan

Acian yang tidak baik membuat dinding lebih rentan terhadap benturan atau gesekan. Dinding dengan permukaan lemah mudah rusak, sehingga umur lapisan finishing dan kekuatan dinding secara keseluruhan berkurang.

9. Kesulitan Peterman finishing lain

Permukaan dinding yang tidak rata membuat pemasangan finishing tambahan, seperti wallpaper, panel dekoratif, atau keramik, menjadi sulit dan hasilnya kurang rapi. Dalam banyak kasus, pekerjaan finishing harus diperbaiki atau diulang untuk mendapatkan hasil yang memuaskan.

Jenis Jenis Acian Yang Perlu Anda Ketahui

mortar-acian

Image by aowsakomprapat on envato

1. Acian Konvensional

Jenis paling tradisional adalah acian konvensional, yaitu campuran semen biasa dengan air. Metode ini masih banyak digunakan karena biaya relatif murah dan bahan mudah ditemukan. Namun, campuran manual sering kali tidak konsisten.Takaran air berbeda-beda di setiap ember

Misal, satu ember semen dicampur dengan 5 liter air, ember lain 6 liter, dan ember ketiga 4 liter. Akibatnya, acian yang dihasilkan di tiap area dinding berbeda: ada yang terlalu encer (mudah retak, kurang kuat), ada yang terlalu kental (sulit dihaluskan).

2. Mortar Acian

Acian mortar adalah lapisan pelapis tipis yang dibuat dari campuran semen dan pasir (mortar) yang digunakan untuk meratakan, menutup pori, dan memperhalus permukaan dinding sebelum dicat atau dipasang finishing lain.

Acian mortar menambahkan pasir, sehingga lebih kuat, tidak mudah retak, dan permukaannya lebih seragam.

Beberapa kesalahan umum yang sering terjadi

  1. Mencampur Terlalu Banyak Air
    Jika adonan terlalu encer, acian akan sulit menempel dan mudah retak saat kering. Hal ini juga membuat permukaan acian terlihat lembek dan tidak rata.
  2. Mengaplikasikan pada Plester Basah
    Menempelkan acian pada plester yang belum kering akan mengurangi daya rekatnya, sehingga permukaan mudah mengelupas. Selain itu, lapisan acian bisa menjadi bergelombang dan tidak halus.
  3. Menggunakan Bahan Berkualitas Rendah
    Semen atau pasir dengan kualitas rendah menurunkan kekuatan acian dan membuatnya cepat retak. Warna dan tekstur juga akan terlihat tidak merata dan kasar.
  4. Tidak Melakukan Curing (Perawatan Basah)
    Acian yang tidak disiram secara rutin cepat kehilangan kelembapan dan retak. Proses curing sebaiknya dilakukan minimal 24 jam setelah acian diaplikasikan, dengan penyiraman 2–3 kali sehari dan menjaga sirkulasi udara tetap stabil.

Untuk memastikan hasil acian yang optimal dan meminimalkan berbagai risiko kerusakan dinding, pemilihan produk yang tepat sangat penting. Salah satu solusi praktis adalah menggunakan acian dari SCG, yang dirancang khusus untuk memberikan lapisan halus, kuat, dan tahan lama.

Produk ini memudahkan aplikasi, menjaga konsistensi campuran, serta mengurangi risiko retak, pengelupasan, dan penyerapan air berlebih, sehingga finishing dinding rumah Anda akan tampak rapi, profesional, dan lebih awet dibandingkan metode konvensional. Dengan SCG Mortar Acian, tahap finishing tidak lagi menjadi momok, melainkan fondasi bagi dinding yang tahan lama dan estetis.

Bagikan: