Lewati ke konten utama
plesteran-dinding

Plesteran Dinding: Fungsi dan Tahapan yang Perlu Diketahui

Ringkasan

  1. Apa Itu Plesteran?
  2. Fungsi Plesteran pada Bangunan
  3. Tahapan Proses Plesteran Dinding
  4. Masalah Umum pada Plesteran dan Cara Mengatasinya
  5. Gunakan Semen Berkualitas untuk Hasil Lebih Tahan Lama

Plesteran dinding merupakan salah satu tahap penting dalam proses konstruksi bangunan, khususnya pada pembangunan rumah tinggal. Tahapan ini sering dianggap sebagai pekerjaan dasar sebelum acian dan pengecatan, padahal kualitas plesteran sangat menentukan kekuatan, kerataan, serta ketahanan permukaan dinding dalam jangka panjang.

Plesteran yang dikerjakan dengan teknik yang kurang tepat dapat menyebabkan berbagai masalah seperti retak rambut, permukaan bergelombang, hingga cat yang mudah mengelupas. Oleh karena itu, memahami fungsi, tahapan pengerjaan, serta pemilihan material yang tepat menjadi kunci agar hasil akhir lebih rapi, kuat, dan tahan lama.

Pekerja konstruksi Asia melakukan plesteran dinding interior bangunan.

https://app.envato.com/photos/7c429a0e-905d-4f8b-ac4a-d1782dbac2f9

Apa Itu Plesteran?

Plesteran adalah proses pelapisan permukaan dinding menggunakan campuran semen, pasir, dan air dengan komposisi tertentu. Lapisan ini diaplikasikan di atas pasangan bata atau batako untuk meratakan permukaan sekaligus meningkatkan kekuatan struktur dinding.

Secara umum, campuran plester menggunakan perbandingan 1:4 atau 1:5 antara semen dan pasir, tergantung kebutuhan proyek. Komposisi yang tepat akan menghasilkan lapisan yang kuat, tidak mudah retak, serta memiliki daya rekat yang baik terhadap permukaan dasar.

Plesteran bukan hanya sekadar proses perataan. Tahap ini menjadi fondasi sebelum pengerjaan acian dan finishing akhir. Jika kualitas plesteran baik, maka tahap berikutnya seperti pengecatan akan lebih maksimal dan tahan lama.

Fungsi Plesteran pada Bangunan

Dalam konstruksi bangunan, plesteran memiliki beberapa fungsi penting yang berhubungan langsung dengan estetika dan ketahanan struktur.

1. Meratakan Permukaan Dinding 

Permukaan pasangan bata biasanya tidak rata. Plesteran membantu menciptakan bidang yang lebih halus dan siap untuk tahap finishing.

2. Memperkuat Struktur Permukaan 

Lapisan plester memberikan perlindungan tambahan sehingga dinding lebih kokoh dan tahan terhadap benturan ringan.

3. Meningkatkan Daya Rekat Finishing 

 Plesteran yang baik membantu acian dan cat menempel lebih sempurna sehingga tidak mudah mengelupas.

4. Mengurangi Risiko Kelembapan 

Lapisan plester membantu mengurangi penyerapan air langsung pada pasangan bata dan meminimalkan risiko kerusakan akibat lembap.

Dengan memahami fungsi tersebut, dapat disimpulkan bahwa plesteran bukan sekadar tahap teknis, melainkan bagian penting yang menentukan kualitas akhir sebuah bangunan.

Tukang bangunan Asia meratakan adukan plester menggunakan roskam.

https://app.envato.com/photos/5b2f34cd-44fe-47e7-bafa-70ff14de6d1a

Tahapan Proses Plesteran Dinding

Agar hasil plesteran optimal, proses pengerjaan perlu dilakukan secara bertahap dan sesuai standar teknis.

1. Persiapan Permukaan 

Dinding dibersihkan dari debu dan kotoran serta dibasahi agar tidak menyerap air terlalu cepat.

2. Pencampuran Material

 Semen dan pasir dicampur sesuai rasio yang direkomendasikan untuk menghasilkan adukan yang stabil.

3. Aplikasi Adukan 

Adukan diaplikasikan menggunakan roskam dengan ketebalan merata agar permukaan tidak bergelombang.

4. Perataan dan Pemeriksaan 

Permukaan diratakan dan diperiksa menggunakan alat bantu seperti waterpass untuk memastikan kerataan.

5. Proses Curing 

Permukaan dijaga kelembapannya selama beberapa hari untuk mencegah retak akibat pengeringan terlalu cepat.

Setiap tahapan di atas memiliki peran penting. Kesalahan kecil pada satu tahap saja dapat berdampak pada kualitas hasil akhir.

Detail hasil plesteran dinding yang rata dan siap finishing.

https://app.envato.com/photos/19fb617f-0311-40af-b7b3-086fadf50ef6

Masalah Umum pada Plesteran dan Cara Mengatasinya

Beberapa kendala sering terjadi pada pekerjaan plesteran. Memahami penyebabnya dapat membantu mencegah kerusakan lebih lanjut.

1. Retak Rambut 

Biasanya disebabkan oleh komposisi campuran yang kurang tepat atau proses curing yang tidak maksimal.

2. Permukaan Bergelombang 

Terjadi akibat teknik aplikasi yang kurang presisi atau ketebalan yang tidak merata.

3. Plester Mengelupas 

Umumnya disebabkan oleh permukaan dasar yang terlalu kering atau berdebu saat aplikasi.

4. Muncul Jamur atau Lembap 

Disebabkan oleh ventilasi yang kurang baik serta paparan air berlebih.

Dengan perencanaan dan teknik pengerjaan yang tepat, sebagian besar masalah tersebut sebenarnya dapat dicegah sejak awal.

Gunakan Semen Berkualitas untuk Hasil Lebih Tahan Lama

Kualitas semen sangat memengaruhi kekuatan dan ketahanan plesteran. Menggunakan semen dengan mutu yang konsisten akan membantu menghasilkan campuran yang lebih stabil dan tidak mudah retak.

Untuk proyek konstruksi rumah maupun bangunan lainnya, pastikan menggunakan produk yang telah teruji kualitasnya agar hasil plesteran lebih kuat dan siap untuk tahap finishing berikutnya.

Bagikan: