Selain material bangunan, seperti beton, kayu, ataupun besi, pagar rumah juga bisa dibentuk dari tanaman, yang biasa dikenal dengan istilah pagar tanaman. Opsi ini bukan hanya menambah estetika fasad atau bagian depan rumah saja, tetapi juga menunjang keberlanjutan dan kepedulian terhadap alam. Berikut adalah rekomendasi pagar tanaman untuk menambah estetika fasad rumah Anda!
1. Teh Hutan
Teh hutan (Acalypha siamensis) memiliki banyak cabang dan daun berukuran sedang. Tanaman ini tumbuh membentuk rumpun atau semak-semak padat, sehingga sangat cocok dijadikan pagar tanaman.
Selain rimbun, teh hutan juga merupakan tanaman yang mudah dirawat dan dipangkas, membuatnya mampu menghalau pandangan sekaligus debu dari luar rumah. Tanaman ini dijual mulai dari Rp5.000 per polybag.
2. Kembang Sepatu

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L) memiliki bunga yang besar dan berwarna-warni, daun yang cukup lebat, serta berbunga tunggal (daun mahkota selapis) atau berbunga ganda (daun mahkota berlapis).
Keragaman tersebut membuat tarik kembang sepatu banyak digunakan sebagai pagar tanaman. Pasalnya, warna-warni bunga kembang sepatu dapat menambah nuansa cerah dan estetika fasad rumah Anda. Satu polybag tanaman kembang sepatu dijual mulai dari Rp10.000 saja. Cukup murah, bukan?
Baca Juga: 10 Jenis Tanaman Hidroponik, Cocok Ditanam di Belakang Rumah
3. Pucuk Merah

Pucuk merah (Syzygium myrtifolium) memiliki ujung daun berwarna merah menyala. Warna ini berubah menjadi hijau seiring dengan pertumbuhan tanaman, menciptakan lanskap pagar tanaman yang serba hijau.
Melansir dari Wikipedia, tanaman hias ini memiliki kemampuan untuk menyerap karbon dioksida (CO2) yang lebih besar dibandingkan dengan tanaman hias lainnya. Pucuk merah juga dinilai dapat mencegah longsor dan menyimpan cadangan air karena memiliki struktur akar tunggang yang kokoh.
Apabila rumah Anda berlokasi di kawasan rawan banjir atau genangan, Anda bisa mempertimbangkan pucuk merah sebagai pagar tanaman rumah Anda. Karena berbagai keunggulan yang dimilikinya, satu polybag kecil pucuk merah dijual mulai dari Rp25.000.
4. Soka
Soka (bunga soka) atau Ixora chinensis tumbuh menjadi semak-semak dengan batang yang bercabang dan bunga berwarna-warni. Seperti kembang sepatu, tanaman soka juga memiliki variasi warna bunga yang beragam, mulai dari merah, kuning, hingga, merah muda, sampai putih.
Bunga soka tumbuh bergerombol pada satu batang hingga membentuk seperti bola, dengan jumlah sekitar 60 kuntum anak bunga mini yang terdiri dari empat mahkota per gerombol. Karena itu, tanaman soka juga dapat menawarkan fasad hunian yang cerah dan estetik apabila dijadikan pagar tanaman. Satu polybag kecil soka dijual mulai dari Rp3.000 saja.
5. Jarak Pagar

Jarak pagar (Jatropha curcas) merupakan tumbuhan semak berkayu yang dikenal sangat tahan kekeringan dan mudah diperbanyak dengan metode stek. Karena itu, jarak pagar dapat tumbuh baik pada tanah kurang subur, asalkan memiliki drainase baik dengan pH tanah 5–6,5.
Apabila dirawat dengan baik, tanaman hias ini juga dapat hidup lebih dari 20 tahun. Anda bisa menjadikan tanaman ini sebagai pagar tanaman untuk rumah jika Anda tinggal di daerah dengan ciri tanah kurang subur. Bibit tanaman ini dijual mulai dari Rp5.000 per pot.
Baca Juga: Percantik Rumah Anda dengan 7 Tanaman Rambat Ini
6. Bunga Kertas

Bunga kertas (bugenvil) atau Bougainvillea spectabilis merupakan tanaman hias dengan ciri pohon kecil yang susah tumbuh tegak, namun dapat tumbuh hingga 10 meter. Bunga kertas juga memiliki seludang (katup pelindung bunga) berwarna-warni, menciptakan tanaman hias dengan bunga yang estetik.
Tanaman ini sangat mudah tumbuh di iklim tropis, memiliki batang berduri tajam dan bercabang, mempunyai sulur yang rapat, serta daun lebar berbentuk bujur tirus yang dapat membentuk rimbunan pohon. Hal inilah yang membuat bunga kertas sangat cocok dijadikan pagar tanaman di perumahan. Bibit bunga kertas dijual mulai Rp10.000 per pot.
7. Bambu

Bambu (Bambusoideae) adalah tumbuhan hijau yang dapat tumbuh dengan sangat cepat. Rata-rata pertumbuhannya sekitar 3–10 cm per hari, sehingga bisa menjadi opsi paling baik apabila Anda membutuhkan pagar tanaman dalam waktu yang relatif singkat.
Pasalnya, bibit bambu dapat tumbuh dan menjadi pagar rumah setinggi 1 meter dalam waktu kurang lebih satu bulan saja. Pertumbuhan vertikal dengan batang yang rapat juga membuat bambu lebih menyerupai pagar besi atau beton dibanding tanaman hias. Bibit bambu dijual mulai dari Rp4.000 per stek.
8. Lidah Mertua
Lidah mertua (Sansevieria) adalah tanaman hias asal Afrika dan Asia selatan yang tahan cuaca panas dan kering. Tanaman ini mempunyai ciri daun tegak, keras, dan tumbuh pendek (sekitar 50 cm), cocok dijadikan pagar tanaman di perumahan tertutup seperti cluster atau model gated community lainnya.
Lidah mertua tidak boleh terkena air dalam jumlah banyak, sehingga tanaman hias ini hanya cocok untuk ditaruh di kawasan kering dan bebas curah hujan tinggi maupun banjir. Satu polybag lidah mertua dijual mulai dari Rp5.000.
9. Cemara Kipas
Cemara kipas (Thuja) merupakan tanaman hias dengan bentuk seperti piramida dan percabangan yang rapat dari permukaan tanah. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 7 meter serta memiliki daun yang selalu hijau dan mudah dibentuk sesuai keinginan.
Pohon cemara kipas juga memiliki aroma yang bisa berfungsi sebagai pengusir ngengat dan tanaman ini paling optimal tumbuh pada ketinggian 1.000 mdpl. Meski begitu, cemara kipas juga bisa tumbuh di dataran rendah. Harga bibit tanaman ini bervariasi mulai Rp15.000 hingga Rp65.000.
10. Kaktus Candi
Kaktus candi (Cereus tetragonus) adalah jenis kaktus yang sangat cocok untuk pagar tanaman. Pasalnya, kaktus candi bisa tumbuh hingga 2 meter, rapat, berduri tajam, dan memiliki banyak anakan seperti bentukan candi.
Tanaman hias ini sangat ideal ditanami di depan rumah yang berlokasi di area kering dan sangat minim hujan. Harga jual bibit kaktus candi juga relatif murah, yaitu mulai dari Rp5.000 per pot kecil (berisi 1 stek).
Nah, itulah dia jenis-jenis pagar tanaman yang cocok sebagai pagar rumah dengan penambahan estetika pada fasadnya. Namun bila Anda memilih untuk membuat pagar beton saja, Anda dapat menggunakan SCG Beton Instan yang memiliki mutu K175 dengan kekuatan tekanan 175kg/cm2 untuk pengecoran pondasi, plat lantai (slab), balok (beam), atau kolom (column) pada bangunan 1 lantai. Semua material bangunan SCG CBM juga lebih rapi, tahan guncang, dan pantang tumbang.
Bagikan:








