Lewati ke konten utama

16 Kriteria dan Ciri Rumah Sehat dengan Konsep Green Living

Konsep green living telah meningkat permintaannya. Konsep ini bisa mewujudkan hunian yang sehat dan nyaman. Lantas, seperti apa ciri rumah sehat yang menerapkan konsep tersebut? Rumah menjadi tempat bernaung setiap orang. Keindahan dan kenyamanan menjadi aspek yang perlu dipenuhi. Itu merupakan bagian dari ciri khas hunian yang sehat.

Ketika huniannya sehat, ini akan mempengaruhi pada Kesehatan jasmani dan Rohani penghuninya. Makanya, tidak salah bila masyarakat tertarik untuk membangunnya.

Kriteria Rumah Sehat Berdasarkan Lingkungannya

Rumah bisa dikatakan sehat setelah memenuhi persyaratan standarnya. Secara umum, kriteria dan ciri rumah sehat sebagai berikut:

1.     Lokasi Hunian

Dalam memilih atau membangun hunian, penting untuk memperhatikan lokasinya. Karena, lokasi ini akan mempengaruhi pada keselamatan dan kenyamanan penghuninya. Sebagus apa pun huniannya, ini akan tampak sia-sia jika tidak memberikan kenyamanan. Untuk itulah, gali informasi mengenai lokasinya.

Pilihlah lokasi untuk membangun rumah yang jauh dari bencana alam. Kemudian, hindari untuk membeli atau membangun rumah di bekas tambang, pembuangan sampah dan lokasi yang rawan.

2.     Kualitas Polusi Udara dan Suara

Penerapan konsep green living identik dengan rumah sehat yang berfokus pada kesehatan dan kenyamanan penghuni. Lingkungan yang sehat tentu bersih dari polusi udara dan udara . Apalagi kini udara di kota besar sedang tidak baik, dengan demikian penerapan konsep green living di hunian akan menjaga solusi untuk menjaga kenyamanan penghuni.

Lingkungan yang sehat idealnya bebas dari gas beracun dan kebisingan. Meskipun kenyataannya sulit, tetapi seseorang masih bisa mengusahakannya. Minimal, polusi udara dan kebisingan suara ini masih rendah. Karena, ini akan mempengaruhi pada kenyamanan pemilik rumah.

3.     Kualitas Air

Kriteria rumah sehat juga bisa dilihat dari kualitas air bersihnya. Lingkungan rumah harusnya telah didukung dengan sumber air yang memadai. Air dikatakan bersih dan sehat jika airnya bening, jernih, tidak mengendap, tidak berbau hingga tidak berasa. Suhunya di kisaran 10-20 derajat Celsius.

Selain itu, tidak ada senyawa yang beracun seperti merkuri atau pun timbal. Kemudian, keasamannya netral di kisaran pH 7.

Nice neighbourhood, Corte Morelia, Temecula city, California. Gambar: Shutterstock

4.     Sarana dan Prasarana Lingkungan

Rumah dikatakan sehat jika dilengkapi sarana dan prasarana lingkungan yang mendukung. Ini meliputi taman bermain anak yang aman, instalasi listrik yang aman, adanya sumber air bersih, drainase baik, pengelolaan limbah dan sampah bagus dan lain sebagainya.

5.     Bebas dari Jamur dan Binatang Pembawa Penyakit

Hunian yang bagus itu terbebas dari jamur atau pun binatang yang bisa menularkan penyakit. Seharusnya, rumah perlu dijaga kebersihannya supaya penghuni rumah terbebas dari penyakit.

6.     Ruang Terbuka Hijau

Konsep green living yang mencirikan rumah sehat ini seharusnya menyediakan ruang terbuka yang hijau. Ruangan ini sengaja dibangun untuk memperbaiki kualitas udara. Bahkan, bermanfaat sekali untuk mendukung pelestarian alam. Contohnya adalah dengan membuat taman di halaman depan rumah.

Taman rumah sebagai ruang terbuka. Gambar: Unsplash/@adriana carles

7.     Material Bangunan Aman

Rumah yang sehat selalu mengedepankan pada kenyamanan dan keselamatan. Untuk mendukung keselamatan penghuninya, hunian harusnya dibangun dengan material yang terbaik sehingga pondasi bangunan menjadi kokoh dan tahan lama. 

Salah satu contoh material rumah yang sangat kokoh adalah SCG Smartblock. Produk ini cocok diaplikasikan sebagai dinding eksterior mau pun interior rumah. Menariknya, hunian menjadi lebih kokoh dan sejuk. Anda bisa memeriksa informasi selengkapnya di https://scgcbm.id/scg-product/scg-smartblock/.

8.     Komponen dan Penataan Ruang

Kriteria dari rumah yang sehat juga berkaitan dengan tata ruangnya. Penataan ruang jauh lebih rapi. Kemudian, komponen dalam ruangannya juga mendukung. Contohnya adalah menempatkan sarana pembuangan asap di area dapur.

9.     Pencahayaan Ruang

Konsep rumah yang sehat dan ramah lingkungan ini hemat energi. Rumah mendapatkan pencahayaan alami dengan baik di siang hari. Pencahayaan secara alami ini akan menghemat energi. Di samping itu, pencahayaan yang pas akan meminimalkan pertumbuhan jamur dalam ruangan.

Ruangan dengan pencahayaan yang baik. Gambar: Shutterstock

10. Kualitas Udara

Suhu udara juga menjadi indikator tentang sehat tidaknya sebuah hunian. Normalnya, suhu udara yang terbaik di kisaran 18-30 derajat Celsius. Kemudian, kelembapannya mencapai 40-70%.

11. Ventilasi

Ventilasi ini berkaitan dengan kelancaran sirkulasi udara yang lancar dan ini menjadi salah satu syarat untuk hunian yang mengusung konsep green livin. Untuk itulah, rumah juga perlu memiliki ventilasi yang bagus. Setidaknya, menempatkan beberapa ventilasi dapat membuat hunian lebih sejuk. Bahkan, ini bisa meminimalkan penggunaan dari pendingin ruangan.

12. Tempat Penyimpanan Makanan

Rumah yang baik harusnya memiliki tempat untuk menyimpan bahan makanan. Tempat ini digunakan untuk menjaga kesegaran bahan meskipun tidak dimanfaatkan sekali waktu. Contohnya adalah kulkas. Kulkas ini digunakan untuk menjaga bahan makanan tidak busuk dalam waktu singkat. Selain itu, bahannya tidak mudah terkontaminasi bakteri atau kuman.

13. Pengelolaan Limbah

Pengelolaan sampah dan limbah secara tertata juga termasuk dalam ciri rumah sehat. Limbah mau pun sampah tidak dibiarkan berserakan. Melainkan, dibuatkan tempat khusus untuk menampungnya sehingga lingkungan bisa terjaga.

Tempat sampah di depan rumah. Gambar: Shutterstock

14. Kepadatan Penghuni Rumah

Untuk menciptakan hunian yang sehat, kepadatan penghuni rumah perlu dipertimbangkan. Penataan ruang harusnya tepat supaya tidak menimbulkan suasana sumpek. Contohnya bila memiliki ruang seluas 8 meter persegi, maksimal ini bisa digunakan untuk 2 orang. Asumsinya, ruang ini ditempatkan 2 kasur yang bisa digunakan 2 anggota keluarga.

15. Lantai Rumah Kedap Air

Syarat rumah yang sehat adalah tidak lembap, apalagi sampai becek. Untuk itu, seseorang perlu memastikan bahwa konstruksi hingga komponen rumah mampu meminimalkan masalah tersebut. Pada praktiknya, penggunaan ubin di lantai ini bisa digunakan. Setidaknya, lantainya bisa kedap air sehingga lantai tersebut terjaga kekeringannya.

16. Dinding Rumah Kokoh

Di samping lantainya bisa terjaga kekeringannya, struktur bangunan di dinding juga harus kokoh. Kekokohan dinding ini mengindikasikan bahwa bangunan ini cukup aman. Bahkan, bisa bertahan dalam durasi waktu yang lama. Salah satu faktor untuk membuat dinding hunian menjadi kokoh, adalah penggunaan material bangunan kualitas terbaik, khususnya pemilihan produk semen. 

Adalah semen SCG, produk semen yang sudah terbukti kualitasnya. Apalagi kini SCG sangat consern terhadap kelestarian lingkungan sehingga kini dalam proses pembuatan semen menggunakan  teknologi yang ramah lingkungan.  

Demikianlah beberapa kriteria atau ciri rumah sehat yang nyaman untuk ditempati oleh seseorang. Miliki hunian tersebut, dan pelihara dengan baik. Dengan begitu, anggota keluarga dapat menempatinya dengan perasaan aman dan nyaman.

Bagikan:

Belum ada komentar!

Alamat email anda tidak akan diterbitkan.