Lewati ke konten utama
Ruang bermain

5 Cara Menciptakan Ruang Bermain yang Bertahan Lama

Namanya ruang bermain anak, sudah pasti dibuat ketika anak masih kecil atau berusia bulanan hingga beberapa tahun saja. Saat anak sudah memasuki usia sekolah dan mengemban pendidikan di taman kanak-kanak, ruangan itu bisa berubah fungsi karena sudah tidak menjadi tempat bermain anak yang utama. Untuk itu, simak yuk cara menciptakan ruang bermain anak yang dapat digunakan anak seiring dengan pertambahan usianya!

1. Mulai dengan Tata Letak Ruangan yang Fleksibel

Menurut firma desain interior Flo Design, cara pertama untuk membuat ruang bermain anak yang panjang umurnya bisa dimulai dengan mengaplikasikan flexible layout atau tata letak ruangan yang fleksibel. Anda dapat menempatkan ruang bermain anak di salah satu sudut rumah yang memungkinkan adanya konfigurasi ulang dalam beberapa tahun sekali mengikuti perkembangan usia anak.

Idealnya, Anda juga memilih perabotan berukuran kecil dan dapat digantung di tembok, alih-alih di lantai. Dengan begitu, Anda dapat memaksimalkan ruang lantai sebagai tempat bermain anak.

2. Siapkan Furnitur yang Dapat Disesuaikan Kebutuhan Pemakaiannya

Ruang bermain
Image by Freepik

Tips kedua adalah berinvestasi atau menyiapkan furnitur ruang bermain anak yang dapat diatur ukuran dan fungsinya sesuai dengan perkembangan usia anak. Misalnya, Anda dapat membeli meja dan kursi yang dapat disesuaikan (adjustable) sehingga mampu mengakomodasi anak saat ia berusia balita dan kanak-kanak atau bahkan remaja.

Jika menginginkan contoh lain, Anda bisa membeli bangku dengan kotak penyimpanan bawaan, yang dapat digunakan sebagai wadah penyimpanan mainan anak, atau sofabed yang dapat digunakan sejak anak balita hingga remaja.

Baca Juga: Mau Beli Sofa Bed? Bisa Ikuti Tips Ini!

3. Ajarkan atau Biasakan Anak Mengasah Kreativitasnya

Tips ketiga adalah mengajarkan atau membiasakan anak untuk mengasah kreativitasnya. Sebab, karya seni merupakan salah satu medium untuk menciptakan ruang bermain anak yang tumbuh bersamanya hingga dewasa nanti.

Apabila si kecil senang menggambar atau membubuhkan coretan di kertas atau media gambar lainnya, Anda dapat memfigura dan memajang karya seni anak di ruangan tersebut. Saat anak beranjak dewasa, ia dapat melihat dan mungkin juga mengenang masa kecilnya yang ia habiskan dalam ruang bermain tersebut.

4. Buatkan Sudut Baca dan Berikan Koleksi Bacaan

Ruang bermain
Image by Freepik

Ada pepatah, “Buku adalah jendela dunia,” yang berarti bahwa buku dapat menjadi sumber informasi dan pengetahuan anak. Meski di era digital ini buku sudah banyak yang tersedia dalam bentuk elektronik (e-book), membaca buku cetak akan membantu melatih konsentrasi anak, selain memberinya ilmu pengetahuan.

Untuk itu, buatkan sudut baca dalam ruang bermain dan penuhi sudut tersebut dengan buku-buku untuk dibaca anak. Jika anak sudah punya kebiasaan membaca buku sejak kecil, hingga usia berapa pun sudut baca itu akan tetap terpakai olehnya nanti.

5. Buatkan Area Gerak di Salah Satu Sudut Ruang Bermain

Pertambahan usia anak biasanya akan diikuti dengan pertambahan aktivitas gerak karena fisik anak sudah mumpuni. Jika memungkinkan, Anda bisa juga membuatkan area terbuka (bebas dari benda atau perabotan apa pun) sebagai ruang gerak anak yang semakin aktif. 

Baca Juga: Ini Hal yang Wajib Ada di Dalam Ruang Bermain Anak

Namun jika space ruang bermain anak tidak terlalu luas sebagai tempat berlarian anak, Anda dapat mengganti dengan ide lain. Misalnya, Anda dapat menempatkan ayunan seluncuran dari plastik bebas BPA ketika ia berusia balita atau tenda mini sebagai area gerak anak ketika ia memasuki taman kanak-kanak atau sekolah dasar.

Untuk Anda yang ingin membangun ruang bermain, Anda dapat menggunakan Semen SCG. Inovasi formula terbaru dari Semen SCG (go green) diformulasikan khusus dengan teknologi ramah lingkungan agar sesuai untuk pekerjaan pemasangan bata, plesteran, dan acian.  Nah, itulah dia tips menghadirkan ruang bermain anak yang bisa diaplikasikan baik di rumah tingkat minimalis maupun di rumah minimalis tidak bertingkat. Anda Semoga informasi dalam artikel ini bisa membantu Anda menata area bermain anak di dalam rumah, ya. Temukan artikel-artikel tentang renovasi maupun tips seputar rumah lainnya hanya di laman Inspirasi kami.

Bagikan: