Lewati ke konten utama
cara berbisnis

7 Cara Berbisnis Properti Bagi Pemula. Cek Yuk!

Tertarik memulai bisnis tapi masih ragu menentukan bidang yang tepat? Tenang, ada banyak pilihan bisnis yang bisa Anda tekuni, termasuk di sektor properti. Seperti diketahui, berbisnis di bidang properti memang semakin diminati, terlebih dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan hunian.

Maka dari itu, jika mempertimbangkan terjun ke bisnis properti, maka Anda bisa memulainya dengan menerapkan beberapa strategi dasar. Apa saja strateginya? Simak penjelasan lengkapnya di artikel ini!

1. Tentukan Target Pasar

cara berbisnis
Image by wayhomestudio on Freepik

Sebelum terjun ke bisnis properti, tentukan dulu siapa target pasarnya. Apakah yang dituju keluarga, investor, atau profesional muda. Dengan mengetahui siapa targetnya, akan lebih mudah bagi Anda merumuskan strategi yang tepat, dengan mengecek dua hal ini, antara lain:

  • Pasar banyak kompetitor: memiliki peluang lebih besar dalam menarik calon penghuni, tapi kompetitor yang bersaing tentu juga banyak.
  • Pasar sedikit kompetitor: risiko bisnis biasanya lebih rendah, namun permintaan mungkin tidak sebanyak poin sebelumnya.

Selain itu, Anda juga perlu mencari tahu daerah mana yang memiliki prospek pertumbuhan dengan nilai tinggi di masa depan, misalnya area industri, lingkungan sekitar kampus, atau area lain yang sedang berkembang. Properti yang berada berada di pusat kota atau memiliki akses transportasi dan fasilitas umum yang baik, cenderung lebih diminati.

2. Dimulai dari Skala Kecil

cara berbisnis
Photo by Jakub Żerdzicki on Unsplash

Berencana langsung terjun ke proyek besar? Tidak salah memang, tapi sebagai pemula sebaiknya Anda memulai bisnisnya dari yang skala kecil terlebih dahulu. Dalam bidang properti terdapat beberapa bisnis yang bisa Anda tekuni, misalnya:

  • Tempat hunian: bangunan yang diperuntukkan untuk tempat tinggal. Beberapa contoh bisnisnya seperti hotel, kos, apartemen, rumah bekas, dan lainnya.
  • Tempat usaha: bangunan yang digunakan untuk menjalankan usaha. Contoh bisnisnya adalah ruko (rumah toko) atau bangunan khusus untuk usaha.

Kalau tertarik yang lain, Anda juga bisa menjadi perantara penjualan rumah milik teman atau saudara. Dengan menekuni bisnis ini, Anda bisa tahu cara membangun relasi dengan calon penjual maupun pembeli, belajar cara menegosiasi sampai rumah terjual, dan lainnya.

3. Bangun Relasi dengan Pihak Lain

cara berbisnis
Photo by Jakub Żerdzicki on Unsplash

Melansir dari website Dekoruma, bisnis properti bergantung pada relasi atau jaringan. Biasanya, semakin banyak relasi yang Anda punya, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk mencari informasi terkait proyek baru, lahan murah, calon pembeli potensial, dan lainnya, sehingga akan semakin memudahkan Anda ketika sudah membuka bisnisnya.

Agar lebih mudah mendapatkan relasi, Anda mungkin bisa menerapkan beberapa tips berikut:

  • Bergabung dengan komunitas properti, 
  • Mengikuti seminar yang mengangkat tema tentang properti,
  • Aktif di beberapa media sosial seperti Facebook Group, LinkedIn.

Baca Juga: Mau Ubah Rumah Jadi Home Stay? Begini 8 Caranya!

4. Siapkan Modal untuk Bisnis

cara berbisnis
Photo by Towfiqu barbhuiya on Unsplash

Terjun ke bisnis properti biasanya memang membutuhkan modal yang lumayan besar. Maka dari itu, sebelum menekuni bidang ini, sebaiknya Anda perlu menyiapkan budget-nya dahulu dari jauh-jauh hari. Budget yang perlu disiapkan seperti untuk pembangunan properti, perawatan, hingga promosi di berbagai platform.

Apabila tidak punya modal untuk membeli properti fisik, Anda bisa melakukan kerja sama dengan investor melalui joint venture. Misalnya, Anda bagian mengurus legalitas, survei lokasi, menyediakan ide, dan lainnya. Lalu, modalnya dari investor. Apa keuntungannya?

  • Likuiditas tinggi karena saham lebih mudah dijual,
  • Tidak butuh modal besar layaknya ketika membeli properti fisik,
  • Memperoleh keuntungan lebih besar, terlebih jika perkembangannya pesat.

5. Pelajari Dasar Hukum Properti

cara berbisnis
Photo by Tierra Mallorca on Unsplash

Anda perlu untuk mempelajari dasar hukum properti. Pasalnya, di bidang properti sendiri terdapat beberapa Undang-Undang yang mengatur bisnis properti, antara lain:

  • Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.
  • Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung.
  • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang perumahan dan kawasan permukiman.
  • Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok Agraria (UUPA).

Dengan memahami dasar hukum ini, maka dapat melindungi investasi dan aset, menghindari pelanggaran hukum, memastikan kelancaran transaksi, serta meminimalisir sengketa di kemudian hari.

6. Promosikan di Media Sosial

cara berbisnis
Photo by Hendrik Schuette on Unsplash

Saat ini, hampir semua orang, mulai dari yang tua sampai anak muda memiliki media sosial. Untuk itu, memanfaatkan media sosial sebagai media promosi bisnis properti bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda. Beberapa media sosial yang bisa Anda manfaatkan untuk bisnis properti, di antaranya:

  • Facebook
  • TikTok
  • Instagram
  • WhatsApp Story

Lewat media sosial ini, calon penghuni bisa berinteraksi dengan Anda. Selain media sosial, Anda juga bisa memanfaatkan situs properti untuk menjangkau calon penghuni yang lebih luas. Agar lebih menjual, Anda bisa memasang foto yang menarik dengan deskripsi lengkap di media sosial.

Baca Juga: 5 Tips Membeli Material Bangunan untuk Membangun Rumah Kualitas Terbaik

7. Ikuti Tren Properti

cara berbisnis
Photo by Tierra Mallorca on Unsplash

Mengingat pasar properti selalu berubah-ubah, Anda perlu untuk mengikuti tren properti. Biasanya, hal ini dipengaruhi oleh teknologi, gaya hidup, dan kondisi ekonomi. Makanya, Anda wajib untuk update informasi terbaru dan mempelajarinya. Sebagai contoh, sekarang banyak yang tertarik membeli rumah dengan konsep:

  • Co-living: konsep hunian yang memungkinkan penghuni tinggal di satu properti yang sama, sehingga lebih menghemat pengeluaran.
  • Rumah tingkat minimalis: hunian dua lantai yang memiliki desain sederhana, fungsional, dan simpel.

Membangun rumah dengan konsep seperti ini, tentu dapat menarik calon penghuni. Selain itu, Anda juga bisa menyesuaikan strategi yang relevan dengan pasar properti, sehingga bisnis Anda tetap update dengan tren-tren yang ada walau berganti setiap tahunnya.

Itulah dia beberapa tips yang bisa Anda tekuni jika tertarik untuk terjun ke bisnis properti. Jika Anda perlu membeli bahan bangunan untuk pembangunan rumahnya, bisa langsung mencarinya di SCG CBM. Pasalnya, SCG CBM memiliki bahan bangunan berkualitas terbaik dengan hasilnya lebih rapi, tahan guncang, dan pantang tumbang. Beberapa bahan bangunan yang bisa dibeli, seperti:

  • Mortar
  • Acian
  • Beton ready mix
  • Beton instan
  • Perekat bata ringan
  • Perekat keramik
  • dan lainnya

Yuk, gunakan bahan bangunan dari SCG CBM untuk hasil yang maksimal!

Bagikan: