Menciptakan suasana rumah yang sejuk bukan hanya dapat membantu meningkatkan kenyamanan, akan tetapi juga memberikan kesegaran bagi penghuni. Namun, untuk mencapai hal tersebut, sering kali dihadapkan pada berbagai tantangan. Dengan penerapan yang tepat, menciptakan rumah yang sejuk sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Sebaliknya, tanpa pemahaman yang cukup, rumah bisa terasa panas dan tidak nyaman untuk ditempati.
Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk menciptakan suasana rumah yang sejuk adalah melalui desain biofilik. Lantas, apa yang dimaksud dengan desain biofilik? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini!
Pengertian Desain Biofilik

Menurut informasi yang dikutip dari laman Binus.ac.id, konsep desain biofilik atau biophilic mengedepankan hubungan harmonis antara manusia dan alam dalam perancangan ruang pada hunian. Secara sederhana, desain ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan rumah yang dikelilingi oleh elemen alami, sehingga dapat memberikan rasa nyaman dan menenangkan bagi penghuni.
Penerapan desain biofilik tidak hanya berfokus pada estetika, tetapi juga bertujuan untuk mengembalikan keseimbangan gaya hidup dengan memungkinkan penghuni untuk lebih terhubung dengan alam. Salah satu cara umum untuk mewujudkannya adalah dengan menghadirkan berbagai jenis tanaman dalam rumah, yang tidak hanya menambah keindahan, tetapi juga menciptakan suasana yang lebih sejuk dan segar.
Ciri Desain Biofilik

Sebenarnya, sudah banyak sekali penghuni yang menerapkan desain biofilik ini pada rumah mereka, akan tetapi biasanya hanya untuk mempercantik tampilan rumah. Lalu, seperti apa sih ciri-ciri dari desain biofilik? Yuk, cek!
- Penambahan tanaman: desain biofilik biasanya lebih menonjolkan pada penambahan tanaman yang tidak hanya dapat mempercantik dan memperindah tampilan rumah, akan tetapi juga dapat menciptakan suasana yang lebih segar. Untuk penempatan tanaman ini bisa di dalam pot, dibuat taman kecil, dan lainnya.
- Pencahayaan alami: dalam desain biofilik, pencahayaan alami yang berasal dari sinar matahari sangat diperlukan karena dapat menghemat pemakaian listrik. Selain listrik, dengan pencahayaan alami ini juga dapat meningkatkan mood dan membantu pengaturan ritme sirkadian tubuh.
- Penggunaan bahan alam: pada pengaplikasiannya, desain biofilik lebih banyak menggunakan bahan alam seperti logam, bambu, batu, kayu, dan sebagainya. Semua bahan-bahan yang berasal dari alam ini dapat menciptakan kesan yang alami pada ruangan dan memberikan kenyamanan visual.
- Pengaplikasian suara alam: suara alam seperti air mengalir, pepohonan yang ditiup angin, dan sebagainya juga dapat diaplikasikan pada desain biofilik. Bahkan, sebagian ada juga yang mengaplikasikan kolam dengan air mancur dalam rumah untuk menciptakan ketenangan dan meredakan stres.
Baca Juga: 10 Jenis Tanaman Hidroponik, Cocok Ditanam di Belakang Rumah
Manfaat Desain Biofilik

Terdapat beberapa manfaat yang ditawarkan oleh desain biofilik, baik dari segi fungsional, psikologis, hingga kesehatan. Ini dia beberapa manfaatnya:
- Kualitas udara meningkat: mengaplikasikan konsep biofilik dalam rumah dapat membantu mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara. Pasalnya, konsep biofilik biasanya menambahkan lebih banyak tanaman dan elemen hijau ke dalam rumah.
- Kecemasan dan stres berkurang. hadirnya unsur alam di dalam rumah seperti cahaya alami, tanaman, dan lainnya dapat membantu menurunkan detak jantung dan tekanan darah. Manfaatnya? Dapat membantu mengurangi stres maupun rasa cemas, serta menenangkan pikiran.
- Redam kebisingan dan kurangi polusi suara. menambahkan berbagai jenis tanaman, air, dan sebagainya ke dalam rumah dapat membantu meredam kebisingan dan mengurangi polusi udara. Dengan begitu, dapat tercipta suasana yang lebih tenang, nyaman, dan relaksasi.
- Ramah lingkungan dan sustainability: sangat ramah lingkungan karena memanfaatkan bahan alami dengan memaksimalkan pencahayaan dari luar ruangan. Selain itu, konsep biofilik ini juga dapat meningkatkan kesadaran dan lebih peduli pada keberlanjutan lingkungan.
Tips Aplikasikan Desain Biofilik

Untuk menerapkan desain biofilik, ada beberapa tips yang bisa dilakukan. Apa saja? Cek selengkapnya di sini!
- Manfaatkan cahaya matahari dengan mengatur salah satu ruangan di rumah seperti ruang makan atau ruang tamu untuk menikmati sinar matahari pagi hari.
- Ciptakan lingkungan rumah yang lebih sehat dengan memaksimalkan penggunaan ventilasi di dalam rumah.
- Tempatkan tanaman hijau di sudut ruangan atau gunakan meja kayu untuk membuat suasana rumah yang lebih hidup dan segar.
- Tambahkan dekorasi yang mengandung unsur alami misalnya cangkang kerang, bunga, dan sebagainya.
- Aplikasikan konsep biomimikri dengan menambahkan warna-warna alami dan memilih furnitur rotan atau kayu.
Baca Juga: 10 Cara Hemat Air di Rumah, Ekonomis dan Ramah Lingkungan
Itu dia pengertian, ciri, manfaat, dan tips mengaplikasikan desain biofilik pada rumah. Gimana, tertarik untuk mengaplikasikannya? Kalau iya, langsung saja aplikasikan karena dapat membuat rumah terlihat lebih sejuk dan segar. Jika Anda membutuhkan bahan bangunan berkualitas terbaik, maka bisa langsung ke SCG CBM.
Menggunakan bahan bangunan dari SCG CBM dapat memberikan hasil yang lebih rapi, tahan guncang, dan pantang tumbang, lho. Selain itu, bila berencana untuk mengganti lantai keramik rumah supaya lebih sesuai dengan desain biofilik, maka bisa membeli Mortar Perekat Keramik di SCG CBM. Klik link berikut untuk membeli produknya!
Bagikan:




