Lewati ke konten utama
pasir

8 Ciri Pasir Bahan Bangunan yang Bagus

Selain semen dan bata, pasir merupakan bahan bangunan yang paling umum digunakan. Pasir menjadi salah satu elemen penting yang bertanggung jawab atas kokohnya sebuah bangunan. Bisa dibilang, pasir adalah bahan utama untuk membuat konstruksi.

Namun untuk menjadikan bangunan kokoh tahan lama, Anda harus menggunakan pasir yang berkualitas terbaik. Sebab dalam proses konstruksi, kualitas pasir dapat memberi dampak yang signifikan pada kualitas akhir dari hasil bangunan nantinya.

Oleh karenanya, penting untuk memahami mana pasir berkualitas yang bagus digunakan untuk bahan bangunan. Yaitu pasir yang bagus, memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 

1. Memiliki Ukuran Partikel Seragam

Ciri ciri pasir yang pertama bisa Anda lihat dari ukuran partikel pada pasir itu sendiri. Pasir yang kualitasnya bagus memiliki ukuran partikel yang seragam. Ukuran partikel pasir yang rata-rata sama itu menandakan bahwa pasir memiliki konsistensi partikel yang merata. Dengan kata lain, tidak ada partikel yang terlalu besar maupun terlalu kecil.

Distribusi ukuran partikel yang seragam pada pasir ini merupakan faktor penting untuk memastikan kualitas campuran yang homogen. Jadi memungkinkan untuk terciptanya struktur bangunan yang kokoh dan tahan lama.

Baca Juga: 8 Cara Membangun Rumah dari Nol dan Hemat Budget

2. Perhatikan Warna Pasir

Jika dilihat sekilas, warna semua pasir memang cenderung sama dan itu-itu saja. Kalau tidak hitam ya putih, iya kan? Tapi coba perhatikan lagi lamat-lamat, apakah ada kontaminasi dari tanah atau pencemaran lain.

Ciri ciri pasir yang bagus untuk bahan bangunan adalah yang warnanya merata dan bersih. Dalam artian, tidak tercampur dengan sampah atau elemen lain yang dapat mempengaruhi tampilan estetika dari bangunan.

Dengan warna pasir yang bersih, dapat dipastikan hasil konstruksi yang dibangun juga akan terlihat rapi dan bersih. Menjadikannya tetap terjaga dengan baik, baik dari tampilan visual maupun struktur bangunan secara keseluruhan.

pasir pasang
Gambar: Pixabay/@styaprem 

3. Memiliki Kadar Air yang Terkontrol

Perlu Anda ketahui lebih dulu, pengendalian kadar air pada pasir adalah satu hal yang sangat penting diperhatikan. Pasalnya itu sangat berpengaruh pada berhasil tidaknya proses konstruksi serta kualitas akhir dari proyek bangunan.

Kadar air dalam pasir yang terkontrol dengan baik merupakan bukti bahwa pasir tersebut memiliki tingkat kelembapan yang tepat dan terkendali. Yang itu artinya, pasir tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering. Keseimbangan kadar air dalam pasir sendiri penting untuk memastikan kualitas campuran yang baik beserta bahan lainnya. Misal seperti semen atau bahan ikat lain yang digunakan dalam konstruksi.

Dengan kadar air yang terkontrol, maka semakin baguslah kualitas pasir. Hal itu memungkinkan penggunaan pasir dicampur dengan bahan lain secara efisien. Jadi adonan yang dihasilkan konsisten dan menghasilkan bangunan yang kokoh.

4.  Tidak Mengandung Lumpur Terlalu Banyak

Ciri pasir bahan bangunan yang bagus berikutnya adalah yang tidak mengandung lumpur terlalu banyak. Yaitu yang tidak lebih dari 5% dari total keseluruhan pasir. Bila jumlah lumpur sudah melewati batas tersebut maka pasir harus dicuci.

Kandungan lumpur yang minim menunjukkan bahwa pasir itu tidak mengandung lumpur berlebihan. Jadi dapat dipakai untuk membentuk campuran yang kuat dan homogen dengan bahan ikat seperti semen. Dengan penggunaan pasir yang tidak berlumpur, kekuatan campuran beton atau mortir tidak akan terpengaruh secara negatif. Integritas struktural dari bangunan yang sedang dibangun pun jadi lebih terjamin kepastiannya.

pasir padat tidak mengandung banyak air
Gambar: Pixabay/@PublicDominicPicture

5. Sesuai Standar Kekerasan Pasir

Kualitas pasir yang bagus untuk bangunan haruslah sesuai dengan SNI. Termasuk untuk indeks kekerasan pasir yang harus lebih dari 2,2. Butiran-butiran pasir itu harus keras dan di antaranya juga perlu tajam.

Tingkat kekerasan yang memenuhi standar ini menandakan bahwa pasir mampu menahan tekanan dan beban struktural. Sehingga dapat mencegah kerusakan atau kegagalan struktural yang mungkin terjadi kedepannya. Entah akibat beban yang diterapkan ke atasnya selama proses konstruksi atau setelahnya.

6. Kandungan Kotoran dan Materi Asing Minim

Banyaknya kotoran dan materi asing pada pasir dapat merusak kualitas campuran dan menyebabkan kerusakan struktural pada bangunan. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan kebersihan pasir yang digunakan.

Pasir yang bebas dari adanya kotoran dan material asing dapat bantu memastikan kekokohan struktur. Begitu pun juga dengan keandalan dari bahan bangunan yang terbuat dari campuran tersebut. Jadi akan mendukung stabilitas keseluruhan dari struktur konstruksi yang sedang dijalankan.

7. Kandungan Zat Organik dalam Pasir Rendah

Rendahnya kandungan zat organik pada pasir menunjukkan bahwa pasir tersebut tidak/sedikit mengandung zat organik. Di mana itu berarti pasir memiliki kualitas yang baik dan bagus untuk bahan bangunan.

Zat organik yang terdapat di pasir dapat mempengaruhi kualitas campuran dengan bahan ikat. Jika kandungan tersebut tinggi, hal itu dapat menyebabkan kerapuhan dan penurunan daya rekat antara pasir dan semen. Akibatnya kekuatan struktural dan keandalan dari bahan bangunan tersebut menjadi berkurang.

Sebaliknya, pasir dengan kandungan zat organik rendah dapat membuat adonan dapat merekat kuat. Sehingga bagus untuk memastikan kekokohan dan ketahanan bangunan terhadap pengaratan dan kerusakan akibat usia.

8. Kesesuaian Pasir dengan Penggunaan

Ciri-ciri pasir berkualitas untuk bahan bangunan yang terakhir adalah kesesuaian pasir dengan tujuan penggunaannya. Misalnya, pasir yang digunakan untuk beton harus memiliki karakteristik yang berbeda dengan pasir untuk mortar.

Penggunaan pasir yang tidak sesuai kebutuhan spesifik dari jenis konstruksi yang dikerjakan bisa menyebabkan hasil akhir bangunan tidak maksimal. Dampaknya, bangunan menjadi kurang kuat dan tidak tahan lama.

pasir beton
Gambar: Pinhome

Pasalnya di setiap jenis konstruksi memerlukan konsistensi yang berbeda untuk memastikan kekokohan bangunan. Jika bahan bangunan yang dipakai tidak sesuai maka kualitas bangunan tidak akan optimal dan menurun. Untuk memastikan kesesuaian pasir dengan penggunaan, Anda juga perlu paham beberapa jenis pasir berdasarkan kegunaannya. Di antaranya yaitu pasir pasang, pasir merah dan pasir beton.

  • Pasir pasang adalah jenis pasir yang dapat Anda gunakan untuk campuran pasir beton jika tujuan penggunaannya adalah sebagai plester dinding. Jenis pasir ini akan membuat adukan semen menjadi lebih halus.
  • Pasir merah akan sesuai untuk kebutuhan penggunaan pengecoran. Hal itu karena tekstur pasirnya yang lebih kasar serta diameter batuan yang lebih besar.
  • Pasir beton bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan konstruksi. Jenis pasir ini sesuai untuk keperluan mengecor, plester dinding, pondasi hingga pemasangan bata dan batu.

Nah, itulah tadi 8 ciri pasir kualitas terbaik untuk bahan bangunan sesuai SNI yang perlu Anda ketahui. Selain dengan memperhatikan beberapa ciri di atas, Anda juga bisa lakukan tes pasir secara sederhana. Caranya, genggamlah pasir lalu gosokkan di telapak tangan dan buang. Pasir yang bagus tidak akan menempel di tangan atau menggumpal.

Bagikan: