Lewati ke konten utama

Yuk Hindari Banjir dengan Biopori!

Sejak kecil, kita sudah diajarkan bahwa Indonesia berada di kawasan cincin api yang membuat seluruh daerah di negeri ini rawan bencana alam. Mulai dari gempa bumi, longsor, gunung meletus, banjir, hingga tsunami bisa sewaktu-waktu melanda daerah tempat kita tinggal. Untuk meminimalisasi munculnya korban, berbagai upaya mitigasi bencana perlu dilakukan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membuat lubang biopori di sekitar konstruksi bangunan rumah yang berfungsi untuk mengalirkan air hujan langsung ke dalam tanah sehingga risiko terjadinya banjir bisa dikurangi.

Cara Membuat Biopori

Biopori adalah salah satu cara yang paling mudah untuk mengurangi risiko terjadinya banjir. Untuk membuatnya, Anda tidak memerlukan bahan bangunan, peralatan yang rumit atau lahan yang luas. Anda hanya perlu mempersiapkan alat gali khusus biopori, pipa, dan penutup berpori. Setelah ketiga barang tersebut siap, ikuti langkah berikut:

  1. Gali lubang di tanah menggunakan alat gali khusus biopori. Dengan menggunakan alat khusus tersebut, Anda bisa membuat lubang selebar 10-15 cm dengan kedalaman 100-150 cm. Pastikan bahwa kedalaman lubang yang Anda buat tidak mencapai saluran air tanah di sekitar konstruksi bangunan rumah Anda.
  1. Pastikan Anda memiliki pipa dengan ukuran panjang dan lebar yang sesuai dengan lubang yang telah Anda gali. Sebelum memasukan pipa ke dalam lubang tersebut, buatlah lubang-lubang kecil di sekeliling pipa.
  2. Masukkan pipa ke dalam lubang yang telah digali dan tutup menggunakan penutup berpori agar air hujan bisa masuk dengan mudah. Pastikan juga bahwa tutup yang Anda gunakan mudah dibuka-tutup. Hal ini penting untuk berjaga-jaga seandainya lubang biopori mengalami penyumbatan dan juga untuk membuang sampah organik yang bisa menjadi pupuk kompos alami.

Manfaat Biopori

Tujuan utama dari lubang biopori adalah membuka jalan untuk air hujan agar bisa langsung masuk ke tanah. Hal ini penting karena saat ini tanah sudah banyak dihalangi oleh berbagai macam pelapis tanah baik itu berupa beton instan, beton ready mix atau aspal. Sementara itu, sistem drainase yang sudah dibuat juga sering terganggu oleh sampah yang dibuang secara sembarangan. Dengan hadirnya sistem biopori ini, air akan bisa langsung masuk ke tanah tanpa menggenangi area di atasnya.

Selain itu, biopori juga bermanfaat untuk menyuburkan tanah dan tanaman yang ada di sekitarnya. Hal ini bisa terjadi jika Anda rutin membuang sampah organik ke dalam lubang biopori yang akan menjadi pupuk kompos alami. 

Ayo segera buat lubang biopori di rumah Anda!

Bagikan:

Belum ada komentar!

Alamat email anda tidak akan diterbitkan.