Alat makan bukan hanya sekadar peralatan yang bisa Anda gunakan untuk makan atau minum saja. Sebab, peralatan ini akan langsung terkena kontak dengan makanan yang Anda konsumsi, sehingga Anda harus benar-benar memerhatikannya. Apalagi, beberapa material peralatan makan ternyata bisa memicu munculnya reaksi kimia yang berisiko bagi kesehatan saat berada dalam kondisi tertentu.
Lalu, bagaimana ya cara memilih peralatan makan yang tepat? Berikut ini adalah 7 tips aman yang bisa Anda terapkan:
1. Kenali Karakter Setiap Material
Peralatan makan tersedia dalam berbagai jenis material dan setiap jenisnya memiliki keunggulan maupun kekurangannya masing-masing. Berikut ini adalah beberapa material yang umum digunakan untuk pembuatan peralatan makan:
Plastik dan Melamin

Material plastik maupun melamin merupakan yang cukup banyak digunakan baik di rumah maupun di tempat makan. Keunggulan dari peralatan makan dengan material ini adalah bobotnya yang ringan. Namun, material ini sebenarnya sangat tidak disarankan untuk digunakan menempatkan makanan atau minuman panas karena dapat memicu reaksi kimia yang tidak sehat. Jika Anda memang terpaksa harus menggunakan peralatan makan yang terbuat dari material plastik, pastikan material yang digunakan memiliki kode 1, 2, 4, atau 5, dan dilengkapi dengan label “food grade” serta “microwave safe”.
Kaca

Material kaca aman digunakan untuk menempatkan makanan dengan suhu panas sekali pun. Namun, sayangnya kaca adalah material yang rawan pecah saat terjatuh, sehingga sangat berisiko. Tidak hanya itu, peralatan makan dari material ini juga memiliki bobot yang berat.
Baca Juga: 8 Tips Menata Dapur Rapi Tanpa Kitchen Set
Kayu

Ada yang bilang peralatan makan dari kayu tidak sehat, tetapi ada juga yang bilang sebaliknya. Sebenarnya, Anda boleh menggunakan peralatan makan dari kayu karena material ini tahan panas. Namun, perawatan material ini cukup sulit, karena Anda harus segera mengeringkannya setelah mencucinya agar tidak ada jamur yang tumbuh dan mengontaminasi makanan. Selain itu, ketika ada retak atau sedikit saja kerusakan, maka peralatan makan wajib diganti untuk mencegah adanya sisa makanan yang masuk ke celah retak tersebut.
Stainless Steel

Peralatan makan yang terbuat dari stainless steel memiliki berbagai kelebihan, seperti tahan terhadap suhu ekstrem, bebas karat, mudah dibersihkan, dan tidak memengaruhi rasa makanan. Namun, peralatan makan dengan material ini memiliki harga yang lebih mahal.
Keramik

Peralatan makan dengan bahan keramik sekarang mulai banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki ragam motif yang indah. Selain itu, material ini juga tahan panas dan memiliki bobot yang sedang. Namun, sama seperti material kaca, keramik juga mudah pecah saat terjatuh.
Tanah Liat

Tanah liat juga bisa menjadi salah satu alternatif material untuk peralatan makan. Kelebihannya, material ini ramah lingkungan, unik, dan jika digunakan untuk menyimpan air dingin, dapat mempertahankan suhunya. Namun, peralatan makan dari tanah liat mudah pecah saat terjatuh, mudah mengalami keretakan kecil yang sulit terdeteksi, dan terkadang menimbulkan reaksi terhadap jenis makanan tertentu.
2. Proses Finishing Produk
Perhatikan proses finishing produk peralatan makan. Pastikan memiliki permukaan yang halus dan rata, serta tidak adanya celah-celah kecil. Sebab, sisa makanan atau minuman bisa terselip pada celah tersebut dan sulit untuk dibersihkan. Untuk beberapa material, finishing yang tidak baik juga dapat menyebabkan cedera, seperti material kaca yang dapat melukai saat ada sisi yang tajam.

3. Sesuaikan Ukuran
Setiap peralatan makan pasti memiliki ukuran yang berbeda. Ketahui terlebih dahulu kebutuhan Anda dalam keseharian untuk menentukan ukuran yang tepat. Misalnya saja untuk sendok dan garpu, beberapa orang mungkin nyaman dengan gagang sendok yang panjang, sementara lainnya lebih nyaman dengan ukuran standar.
Baca Juga: Masak Makin Praktis dengan Alat Dapur Modern Ini!
4. Perhatikan Bobot
Beda material maka beda pula bobotnya. Beberapa material yang memiliki bobot cukup berat adalah material kaca, keramik, dan juga tanah liat. Semakin berat bobot material, mungkin akan semakin menyulitkan Anda, seperti saat akan mencucinya. Apalagi jika ukuran peralatan makan cukup besar, karena semakin besar ukurannya maka semakin berat juga bobotnya.
5. Reaksi Terhadap Panas

Tidak semua material tahan terhadap panas. Jadi, jika Anda sering menggunakan peralatan makan tersebut untuk menyimpan makanan panas, apalagi memanaskannya di microwave, maka Anda harus memilih material yang tahan panas demi keamanan kesehatan Anda dan keluarga.
6. Sesuaikan Fungsi
Beda ukuran peralatan makan maka berbeda pula fungsinya. Misalnya saja seperti sendok yang memiliki banyak sekali jenis. Seperti sendok yang hanya digunakan untuk mengaduk minuman dengan suhu ruang atau minuman dingin, maka Anda bisa memilih sendok dengan material plastik food grade. Sementara sendok yang digunakan untuk makan, sebaiknya menggunakan material stainless steel yang lebih aman dalam suhu apa pun.
7. Konsep Ruang Makan
Jika Anda memiliki konsep khusus pada ruang makan Anda, maka sebaiknya menyesuaikan material peralatan makan yang digunakan dengan konsep ruangan Anda. Dengan begitu, peralatan makan dapat mendukung keindahan ruang makan Anda.
Memilih peralatan makan yang tepat bukan hanya soal keindahan saja, melainkan juga memengaruhi kesehatan Anda dan keluarga, sehingga harus diperhatikan. Namun, untuk Anda yang saat ini sedang membangun atau merenovasi bagian ruang makan untuk membuatnya lebih indah, jangan hanya fokus pada peralatan makan yang nantinya akan dibeli saja ya. Pastikan juga Anda menggunakan material bangunan yang berkualitas saat proses pembangunannya.
Anda bisa menggunakan berbagai material bangunan dari SCG CBM yang telah terjamin kualitasnya. Dari mulai Semen SCG, Semen Ramah Lingkungan, SCG Mortar Perekat Keramik, dan masih banyak lagi. Segera kunjungi halaman produk kami untuk informasi lebih lanjut.
Bagikan:



