Lewati ke konten utama
dinding rumah

Waspadai Kesalahan saat Membangun Dinding Rumah Ini!

Dinding merupakan bagian yang pasti ada di setiap rumah dan memiliki berbagai fungsi, antara lain:

  • Pemisah antarruang
  • Menciptakan privasi
  • Menopang struktur bangunan
  • Pengatur suhu ruangan

Berbagai fungsi penting yang dimiliki dinding membuat bagian rumah ini tidak boleh dibuat secara sembarangan. Sayangnya, terkadang ada beberapa kesalahan yang dilakukan saat pembangunan dinding, sehingga memengaruhi kualitasnya. Berikut ini adalah beberapa di antaranya:

1. Kesalahan pada Fondasi Bangunan

konstruksi bangunan
Image by chaay_tee on Freepik

Fondasi bangunan merupakan struktur paling bawah pada bangunan yang berfungsi sebagai penopang seluruh bangunan yang ada di atasnya. Fondasi ini akan menjadi penentu utama kualitas dan kekokohan bangunan.

Pembuatan fondasi bangunan yang dilakukan secara terburu-buru dan tidak sesuai dengan yang seharusnya dapat menyebabkan kualitas bangunan menjadi rentan rusak bahkan runtuh, termasuk pada bagian dinding. Salah satu contoh pembuatan fondasi yang kurang tepat adalah kedalaman fondasi yang dibuat terlalu pendek. Untuk kondisi normal dengan rumah 1 atau 2 lantai, kedalaman yang disarankan adalah 80 hingga 120 cm. Namun, jika rumah lebih tinggi atau berada di area rawan bencana, disarankan untuk menambahkan kedalamannya.

Baca Juga: 12 Inspirasi Menata Hiasan Dinding Supaya Kelihatan Menarik!

2. Proses Plester dan Aci yang Kurang Tepat

Plester adalah proses pelapisan dinding yang bertujuan untuk menutup hebel atau batu bata dalam pembuatan dinding. Sementara acian adalah proses pelapisan yang dilakukan setelah plesteran dinding selesai dan telah kering.

Kedua proses ini harus dilakukan sesuai dengan aturan, baik penggunaan material maupun waktu pengerjaannya. Untuk hasil maksimal, disarankan memberi jarak sekitar 14 hari antara proses plester dengan aci. Selain itu, material yang digunakan juga harus sesuai, yaitu menggunakan Mortar Plester dan Aci, bukan menggunakan semen.

3. Penggunaan Material yang Kurang Baik

dinding rumah
Photo by Mufid Majnun on Unsplash

Material bangunan tersedia dalam berbagai pilihan harga. Namun, beda harga beda pula kualitasnya. Material yang memiliki kualitas kurang bagus pada umumnya akan lebih sulit untuk diaplikasikan dibandingkan material dengan kualitas baik.

Selain itu, kualitas material juga akan memengaruhi kualitas bangunan yang didirikan. Semakin baik kualitas material yang Anda gunakan, maka kualitas bangunan akan semakin baik. Misalnya, dinding menjadi tidak mudah retak dan bahkan bisa tetap berdiri kokoh saat terjadi guncangan, seperti saat gempa.

4. Pengaplikasian Material Bangunan yang Kurang Sesuai

konstruksi bangunan
Image by jcomp on Freepik

Setiap material bangunan memiliki aturan cara pakai untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Ketika ada kesalahan dalam pengolahannya, maka risikonya akan menyebabkan kualitasnya menjadi menurun dan mudah rusak.

Misalnya untuk proses plesteran, Anda menggunakan Mortar Plesteran dari SCG CBM. Kualitas dari mortar tersebut tentu saja sudah bagus, tetapi Anda melakukan kesalahan saat memberi campuran air, seperti terlalu banyak air yang ditambahkan. Maka akan membuat mortar menjadi terlalu cair dan memengaruhi kualitas dinding yang dibangun.

Baca Juga: 7 Tips Merawat Dinding Batu Alam

5. Mengabaikan Cat Dasar

dinding rumah
Image by rawpixel.com on Freepik

Cat dasar adalah cat tanpa warna yang digunakan untuk melapisi permukaan dinding setelah proses pengacian. Fungsinya yaitu untuk menutupi noda dan retakan pada dinding, serta membuat warna saat pengaplikasian cat dinding menjadi lebih rata.

Namun, tidak banyak orang yang menyadari pentingnya cat dasar untuk kualitas dinding rumah. Akibatnya penggunaan cat dasar diabaikan dan menyebabkan dinding rumah menjadi lebih mudah rusak, seperti munculnya retakan atau cat dinding yang mulai mengelupas.

Dinding pada bangunan memiliki peran yang sangat penting, bukan hanya untuk tampilan saja tetapi juga berkaitan dengan keamanan dan keselamatan. Jadi, pastikan untuk menghindari berbagai kesalahan di atas saat proses pembuatannya.

Untuk material bangunannya, Anda bisa menggunakan produk dari SCG CBM untuk menciptakan dinding yang Tahan Guncang, Pantang Tumbang. Semua produk SCG CBM telah melalui uji kualitas, sehingga terjamin memenuhi standar. Tidak hanya itu, SCG CBM juga menyediakan semen ramah lingkungan, pilihan tepat bagi Anda yang ingin membangun rumah dengan konsep ramah lingkungan.

Bagikan: