Berbicara tentang inspirasi hunian idaman, banyak orang ingin tinggal di komplek karena dirasa nyaman dan tenang. Terlebih sekarang ada banyak jenis hunian yang bisa dipilih sesuai keinginan. Salah satunya adalah komplek hunian jenis cluster.
Description img: rumah cluster untuk siswa dari wadah kayu prefabrikasi di Institut Teknik dan Teknologi Dyson di Wiltshire, Inggris.
Tahukah Anda hunian seperti apa itu? Sekilas, semua tipe hunian memang terlihat sama saja. Namun sebenarnya ada beberapa ciri khas dan aspek yang membedakan loh. Anda bisa simak di bawah ini untuk mengenali tipe rumah cluster.
Baca Juga: Dinding Sharing di Kompleks Rumah Minimalis, Apa Saja Risikonya?
Apa Itu Cluster dan Ciri-Cirinya
Secara singkat, klaster atau perumahan cluster adalah komplek hunian yang mempunyai beberapa unit rumah tapak yang dibangun secara berkelompok. Cluster biasanya punya jumlah unit yang berbeda-beda, mulai dari belasan, puluhan hingga ratusan.
Description img: rumah cluster di Harare, Zimbabwe
Tipe komplek rumah ini dibangun dalam satu lingkungan yang sama dan memiliki bentuk bangunan yang serupa, baik dari desain, ukuran hingga layoutnya. Di mana unit rumah satu dengan yang lainnya hanya dipisahkan dengan tembok tanpa pagar. Anda bisa mengenali sebuah cluster dengan mengetahui ciri-cirinya sebagai berikut:
1. Desain dan Bangunan Rumah Seragam
Desain perumahan cluster sedari awal dirancang memiliki bentuk yang serupa. Di mana perbedaannya hanya bisa dilihat melalui nomor hunian masing-masing. Jadi ketika Anda memasuki sebuah komplek hunian dan menyadari kalau desain bangunan rumahnya seragam, maka bisa dipastikan itu adalah cluster. Bentuk dan fasad rumah yang sama persis ini yang menentukan adalah pengembang.
Kalaupun memiliki desain berbeda, biasanya hanya terdapat pada beberapa aspek saja. Misalnya untuk membedakan tipe unit, seperti desain balkon atau fasad serta bentuk taman. Namun secara keseluruhan, konsep rumah dan temanya pasti sama.
Baca Juga: 10 Ciri Desain Rumah yang Salah, Wajib untuk Dihindari!
2. Tidak Ada Pagar Pembatas Antar Rumah
Ciri kedua dari cluster rumah adalah tidak adanya pagar yang membatasi masing-masing rumah. Unit cluster umumnya dibuat tanpa pagar dan berjarak dekat satu sama lain. Kalaupun ada pembatas antar rumah, itu biasanya hanya berupa taman atau tembok beton yang tidak begitu tinggi.
Description img: SOCIAL HOUSING – LA BARCA, MEXICO | San Ignacio Houses / IX2 Arquitectura
Bagi Anda yang suka tinggal di komplek perumahan namun ingin tetap bisa hidup berbaur dengan tetangga sekitar, maka unit cluster cocok untuk Anda miliki.
Baca Juga: 9 Inspirasi Warna dan Model Pagar Minimalis yang Bikin Rumah Makin Estetik
3. Sistem Keamanan dengan One Gate System
One gate system berarti cluster hanya memiliki satu akses pintu masuk dan keluar. Pada pintu atau gerbang masuk ini petugas keamanan akan berjaga 24 jam penuh. Dilengkapi juga dengan CCTV untuk penjagaan keamanan tingkat tinggi.
Description img: Cluster Georgia adalah salah satu cluster Rumah Millenial PIK 2 Compact House. yang berada di Kawasan PIK 2 Extension.
Dengan demikian, orang yang keluar-masuk ke area cluster bisa dipantau. Bahkan tamu yang ingin berkunjung pun akan dimintai KTP atau diperiksa lebih dulu. Sistem keamanan satu pintu ini memudahkan petugas mengontrol siapa saja yang masuk dan keluar area perumahan. Sehingga tidak sembarang orang bisa datang, dan cluster senantiasa aman meski tidak ada pagar antar rumah.
4. Tersedia Fasilitas Lengkap bagi Penghuni
Sebuah perumahan cluster umumnya menyediakan fasilitas yang cukup lengkap. Mulai dari kolam renang, jogging track, clubhouse, gym, playground, taman, tempat ibadah seperti mushola, hingga danau buatan.
Description: Watten Residences Singapore
Beragam fasilitas tersebut memang telah disediakan oleh pihak pengembang demi memfasilitasi para penghuni cluster. Lokasinya berada di dalam area cluster, jadi Anda tidak perlu pergi jauh-jauh atau khawatir ada orang asing bergabung.
Baca Juga: Intip 9 Rumah Mewah Milik Artis dan Orang Ternama di Indonesia
5. Lingkungan Nyaman dan Aman untuk Anak
Selain punya banyak fasilitas dan taman bermain, lingkungan cluster juga nyaman dan ramah bagi anak. Kebanyakan cluster dibangun dengan banyak lahan terbuka hijau. Jadi minim akan polusi dan suasananya pun lebih tenang.
Description img: Perviy KvartalVidnoye. Moscow Region. Russia
Selain itu, karena tidak sembarang orang boleh masuk, maka perumahan ini bisa dikatakan lebih aman untuk anak. Lingkungannya luas dan bebas dari lalu lalang kendaraan yang bisa membahayakan anak saat bermain di luar.
6. Lokasi Strategis
Description img: Cluster Green Stone – CitraLand Tallasa City, Makassar
Developer umumnya menunjuk lokasi yang strategis untuk pembangunan cluster. Artinya, lokasi tersebut mudah dicapai dan letaknya dekat dengan akses menuju pusat kota. Beragam fasilitas publik yang ada di sekitarnya pun terbilang lengkap. Mulai dari sekolah, rumah sakit, pusat hiburan, pusat kuliner dan lainnya.
Baca Juga: 10 Tips dan Cara Beli Rumah Tanpa Riba
7. Ada Iuran Tambahan dari Pengembang
Penghuni unit cluster biasanya akan dimintai sejumlah iuran tambahan resmi dari pihak pengembang. Entah itu berupa iuran kebersihan, keamanan, taman atau lain sebagainya. Adanya iuran itu sendiri tergantung kebijakan dari pengembang. Yang mana dari iuran itu, pemeliharaan fasilitas di cluster akan dilakukan.
8. Proses Pembangunan Unit Bertahap
Meskipun desain rumah cluster semuanya seragam tapi proses pembangunannya tidak dilakukan bersamaan. Proses pembangunan unit rumah cluster dijalankan secara bertahap. Pihak developer cenderung akan membangunnya satu-satu.
Baca Juga: Cara Hitung Biaya Tukang Pembangunan Rumah
Karena itu, tidak perlu khawatir jika di awal-awal pembangunannya cluster masih terasa sepi. Sebab perlahan setelah unit-unit cluster jadi pasti akan penuh. Lagi pula, jika membeli unit di cluster baru, Anda mungkin bisa mendapatkan harga jual yang masih cukup rendah. Menarik bukan?
9. Memiliki Nilai Investasi Tinggi
Dibanding komplek hunian lain, nilai investasi bangunan cluster tergolong cukup tinggi. Hal itu dikarenakan banyaknya keunggulan yang dimiliki cluster itu sendiri. Seperti lokasinya yang strategis, fasilitas yang memadai, lingkungan yang masih alami dan lain-lain. Sehingga cocok bila dijadikan investasi untuk masa depan.
Perbedaan Cluster Rumah dengan Perumahan atau Residence
Description img: rumah cluster di Harare, Zimbabwe
Nah, setelah mengetahui apa itu cluster rumah dan ciri-cirinya, selanjutnya mari ketahui perbedaan antara cluster rumah dengan perumahan atau residence. Adapun perbedaan-perbedaan tersebut antara lain:
1. Lokasi
Cluster biasanya dibangun di kawasan yang masih cukup ramai, dekat pusat kota. Sementara residence berlokasi di wilayah pinggiran kota atau sub-urban. Di mana lingkungannya masih tergolong asri dan bebas polusi.
2. Jumlah Unit
Unit rumah di cluster itu jumlahnya terbatas. Oleh karena itu, memiliki hunian di cluster kesannya lebih eksklusif. Berbeda dengan jumlah unit rumah di residence yang cenderung lebih banyak dan mungkin akan terus dikembangkan.

3. Pagar Rumah
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, unit rumah cluster tidak memiliki pagar pembatas antar bangunan. Cluster hanya memiliki 1 gerbang utama sebagai titik pos pengamanan. Sedangkan unit rumah residence dilengkapi dengan pagar yang menjadi pembatas antar rumah sekaligus penjagaan keamanan.
4. Kebebasan Akses
Area cluster dibatasi dengan tembok tinggi dan hanya mempunyai satu jalur akses keluar masuk, yaitu lewat gerbang utama. Jadi kebebasan aksesnya terbatas, non penghuni mungkin harus lapor lebih dulu agar bisa berkunjung. Sedangkan pada perumahan residence konsepnya lebih leluasa. Bahkan ada juga yang memiliki lebih dari 2 jalur akses masuk.

Bagi Anda yang sedang merencanakan memiliki hunian, rumah cluster patut dijadikan pertimbangan. Jika dilihat dari harganya, satu unit rumah cluster memang dipatok cukup mahal. Namun hal itu sebanding dengan kenyamanan dan keuntungan yang ditawarkan. Terlebih bagi Anda yang menginginkan hunian nyaman untuk keluarga.
Bagikan:



